Skip to content

TUGAS GURU BIMBINGAN DAN KONSELING/KONSELOR SERTA BEBAN KERJA MINIMAL

Oleh: DRS. H. MULYOTO, MM

Disampaikan pada MGBK SMA Selasa 23 Februari 2010

Guru bimbingan dan konseling/konselor memiliki tugas, tanggung jawab, wewenang dalam pelaksanaan pelayanan bimbingan dan konseling/konselor terkait dengan pengembangan diri peserta didik yang sesuai dengan kebutuhan, potensi, bakat, minat dan kepribadian peserta didik di sekolah/madrasah.

Tugas guru Bimbingan dan Konseling/Konselor yaitu mebantu peserta didik dalam :

a. Pengembangan kehidupan pribadi, yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta

didik dalam memahami, menilai bakat dan minat. …

b. Pengembangan kehidupan sosial, yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta

didik dalam memahami dan menilai serta mengembangkan kemampuan hubungan

sosial dan industrial yang harmonis, berkeadilan dan bermartabat.

c. Pengembangan kemampuan belajar, yaitu  bidang pelayanan yang membantu

peserta  didik mengembangkan kemampuan belajar untuk mengikuti pendidikan

sekolah/madrasah secara mandiri..

d. Pengembangan karir, yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam

memahami dan menilai informasi serta memilih dan mengambil keputusan karir.

Jenis layanan ádalah sebagai berikut:

a. Layanan orientasi: layanan yang membantu peserta didik memahami lingkungan

baru,   terutama lingkungan sekolah/madrasah dan obyek-obyek yang dipelajari, untuk

menyesusikan  serta mempermudah dan memperlancar peran peserta didik di lingkung-

an yang baru.

b. Layanan informasi: yaitu layanan yang membantu peserta didik menerima dan

memahami berbagai informasi diri, sosial, belajar, karir/jabatan, dan pendidikan

lanjutan

c  Layanan penempatan dan penyaluran: yaitu layanan yang membantu peserta didik

memperoleh penempatan dan penyaluran  yang tepat di dalam kelas, kelompok belajar,

jurusan/program studi, program latihan, magang dan kegiatan ekstra kurikuler.

d. Layanan penguasaann konten: yaitu layanan yang membantu peserta didik

menguasai  konten tertentu, terutama kompetensi dan atau kebiasaan yang berguna

dalam  kehidupan di sekolah/madrasah, keluarga, industri dan masyarakat.

e. Layanan konseling perorangan: yaitu layanan yang membantu peserta didik dalam

mengentaskan masalah pribadinya.

f. Layanan bimbingan kelompok: yaitu  layanan yang membantu peserta didik dalam

pengembangan pribadi, kemampuan hubungan sosial, kegiatan belajar, karir/jabatan,

dan pengambilan keputusan, serta melakukan kegiatan tertentu melalui dinamika

kelompok.

g. Layanan bimbingan kelompok: yaitu layanan yang membantu peserta didikdalam

pembahasan dan pengentasan masalah pribadi melalui dinamika kelompok.

h.Layanan konsultasi: yaitu layanan yang membantu peserta didik dan atau fihak lain

dalam memperoleh wawasan, pemahaman dan cara-cara yang perlu dilaksanakan dalam

menangani kondisi dan atau masalah peserta didik.

i. Layanan mediasi: yaitu layanan yang membantu peserta didik menyelesaikan

permasalahan dan meperbaiki hubungan antar mereka.

Kegiatan-kegiatan tersebut didukung oleh:

  1. Aplikasi instrumentasi: yaitu kegiatan mengumpulkan data  diri peserta didik dan lingkungannya, melalui  berbagai instrumen , baik tes maupun nontes.
  2. Himpunan data: yaitu kegiatan menghimpun data yang relevan  dengan pengem- bangan  peserta didik, yang diselenggarakan secara berkelanjutan, sistematis, komprehensif, terpadu dan bersifat rahasia.
  3. Konferensi kasus: yaitu kegiatan membahas permasalahan peserta didik dalam pertemuan khusus yang dihadiri oleh fihak-fihak yang dapat memberikan data, kemudahan dan komitmen bagi terentaskannya masalah peserta didik , yang bersi-

fat terbatas dan tertutup.

  1. Kunjungan rumah: yaitu kegiatan memperoleh data, kemudahan dan komitmen

bagi teretaskannya masalah peserta didik melalui pertemuan dengan orang tua atau keluarganya.

  1. Tampilan kepustakaan: yaitu kegiatan menyediakan berbagai bahan pustaka

yang dapat digunakan peserta didik dalam pengembangan pribadi, kemampuan

sosial, kegiatan belajar, dan karir/jabatan.

  1. Alih tangan kasus: yaitu kegiatan untuk memindahkan penanganan masalah

peserta didik ke fihak lain sesuai keahlian dan kewenangannya.

Beban kerja minimal guru Bimbingan dan Konseling/Konselor

Beban kerja guru bimbingan dan konseling/konselor adalah mengampu bimbingan dan konseling paling sedikit 150 (seratus lima puluh) peserta didik dan paling banyak 250 (dua ratus lima puluh) peserta didik per tahun pada satu atau lebih satuan pendidikan yang dilaksanakan dalam bentuk layanan tatap muka terjawal di kelas untuk layanan klasikal dan atau di luar kelas untuk layanan perorangan atau kelompok bagi yang dianggap perlu dan yang memerlukan.

SEKIAN TRIMS

2 Komentar leave one →
  1. fisikakeraton permalink
    27 Januari, 2012 3:22 pm

    Apakah Guru mapel lain, seperti sejarah bisa mengampu Bimbimbingan Konseling untuk memenuhi beban mengajarnya?

    • 31 Januari, 2012 1:33 am

      pada prinsipnya tidak bisa, kecuali ada kebijakan lain dan ybs memiliki ijazah konselor.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: