Skip to content

Mengelola Proses Pembelajaran Ideal

15 Februari, 2010

Dalhari

Telah kita ketahui bahwa tugas guru dalam proses pembelajaran meliputi tugas pedagogis dan administratif. Tugas pedagogis ádalah membantu, membimbing dan memimpin siswa dalam realitas pembelajaran. Sedangkan tugas administratif guru berkaitan dengan penyiapan administrasi dalam proses pembelajaran seperti menyusun Silabus, Rencana Pembelajaran, Pengembangan materi/bahan ajar, alat/instrumen penilaian, dan lainnya yang berupa dokumen (M. Saekhan Muchith, 2008: 24).

Kedua tugas guru tersebut harus dilakukan dan tidak dapat dipisahkan satu dengan lainnya. Bahkan sering dikatakan bahwa apabila persiapan administrasi guru lengkap dan baik, sepertiga tugas guru sudah berhasil. Efisiensi dan efektivitas proses pembelajaran ditentukan oleh kemampuan guru dalam melakukan improvisasi pembelajaran. Di sinilah peran penting guru dalam menentukan keberhasilan mengelola proses pembelajaran yang ideal.

Proses pembelajaran merupakan suatu sistem yang terdiri dari beberapa komponen yang saling berinteraksi, berhubungan dan bergantung satu sama lain. Proses belajar adalah segala pengalaman belajar yang dihayati oleh peserta didik (Soedijarto 1993: 27). Semakin intensif pengalaman yang dihayati oleh peserta didik, semakin tinggi kualitas proses belajar-mengajar. Intensitas pengalaman belajar dapat dilihat dari tingginya keterlibatan siswa dalam hubungan belajar-mengajar dengan guru dan obyek belajar/bahan ajar.

Di dalam mengelola pendidikan, telah terjadi pergeseran paradigma dalam proses belajar-mengajar, yaitu dari paradigma pengajaran ke paradigma pembelajaran.
Pengajaran lebih cenderung guru aktif, sedangkan siswa pasif sehingga keterlibatan siswa dalam belajar sangat rendah dan siswa hanyalah sebagai obyek, sementara guru aktif dan mendominasi seluruh kegiatan belajar (teacher centered).
Dalam proses pembelajaran ideal harus terjadi ; I 2 dan M3.
I.2 : yaitu Interaktif dan Inspiratif.
M.3 : yaitu Menyenangkan, Menantang, dan Memotivasi siswa untuk berpartisipasi aktif (student centered). Proses pembelajaran ditekankan agar dapat memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik (Permendiknas No: 41 Th. 2007 tentang Stándar Proses)

Ada sebuah teori yang dikemukakan oleh Peter Shield (London 1989)
tentang Kerucut Pengalaman Belajar yang diungkapkan dalam gambar kerucut
sebagai berikut :

Dari gambar kerucut diatas dapat dijelaskan bahwa :
Learners memperoleh 10 % pengetahuan jika guru hanya menyuruh siswa membaca
materi ajar sendiri
Learners memperoleh 20 % pengetahuan jika guru hanya berceramah dalam
proses pembelajaran
Learners memperoleh 30 % pengetahuan jika siswa hanya disuruh mengamati dan
mempelajari media pembelajaran sendiri
Learners memperoleh 50 % pengetahuan jika siswa disuruh mengamati media
pembelajaran dan guru menjelaskan
Learners memperoleh 70 % pengetahuan jika siswa diberi peran untuk menjelaskan
apa yang dipelajari kepada siswa lain dan kepada guru
Learners memperoleh 90 % pengetahuan jika siswa diperankan untuk mampu
menjelaskan dan mendemonstrasikan pengetahuan
yang telah dipelajari.

Kalau mengacu pada teori di atas, semakin jelas bahwa Pendekatan, metode, model , dan strategi pembelajaran yang dilakukan guru harus variatif, tidak terfokus pada satu atau dua jenis saja. Sebaik apapun suatu pendekatan, model, atau metode yang digunakan tidak menjamin hasil pembelajaran bagus, oleh karena itu sangat dianjurkan guru mengkombinasikan beberapa pendekatan dan metode sesuai dengan karakter materi pelajaran yang disajikan. Dalam hal ini Model pembelajaran kontekstual kiranya lebih tepat digunakan oleh guru. Model tersebut bertitik tolak pada keterlibatan siswa dalam kegiatan belajar-mengajar, sedangkan peran guru lebih banyak sebagai fasilitator dan motivator.

Kualitas Proses Belajar
Kualitas proses pembelajaran dapat dilihat dari aspek sebagai berikut :
a. Guru membuat persiapan mengajar yang sistematis.
b. Proses belajar-mengajar menggunakan strategi dan metode yang variatif dan
melibatkan banyak aktivitas pada siswa.
c. Waktu selama proses belajar mengajar dimanfaatkan secara efektif
d. Motivasi mengajar guru dan belajar siswa tinggi
e. Hubungan interaktif antara guru siswa belangsung bagus dan harmonis.

Faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan dalam belajar :

Prestasi belajar yang dicapai siswa dipengaruhi oleh beberapa faktor, baik faktor internal maupun eksternal. Faktor internal meliputi minat, bakat, motivasi dan tingkat intelgensi seorang siswa. Adapun faktor eksternal antara lain ; metode pembelajaran dan lingkungan.

Salah satu faktor internal yang menentukan berhasil dan tidaknya siswa dalam proses pembelajaran adalah motivasi belajar. Dalam hal ini motivasi merupakan kekuatan dan motor penggerak utama yang menimbulkan kegiatan belajar dan menjamin kelangsungan kegiatan belajar (Sardiman, 2007: 75).

Motivasi belajar merupakan faktor psikologis yang bersifat non intelektual. Seorang siswa yang mempunyai intelegensi yang tinggi, bisa gagal dalam belajar karena kurang adanya motivasi dalam belajarnya.

Faktor eksternal yang dapat mempengaruhi prestasi belajar adalah metode, model, dan strategi pembelajaran yang digunakan oleh seorang guru. Dengan variasi metode, model, dan strategi dalam melaksanakan pembelajaran dapat meningkatkan motivasi dan prestasi belajar siswa.

Faktor eksternal lainnya yang bisa mempengaruhi prestasi belajar siswa adalah faktor lingkungan. Lingkungan merupakan suatu komponen sistem yang ikut menentukan keberhasilan proses pendidikan. Dalam hal ini lingkungn sekolah, keluarga dan masyarakat harus menjadi perhatian serius karena faktor ini sangat dekat dengan kehidupan siswa sehari-hari yang sangat berpengaruh terhadap prestasi belajarnya.

About these ads
2 Komentar leave one →
  1. 20 Februari, 2012 3:07 am

    bisa sebutkan referensi bukunya pak? makasi

    • 23 Februari, 2012 11:44 am

      maaf hanya ada dalam artikel aja. (dalam kurung), referensi lengkapnya tidak disertakan oleh penulis.
      Terima kasih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: